DAHSYATNYATERAPI SPIRITUAL SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK TERAPI (PENYAKIT SEMBUH, JIWA TENANG, BERSAMA ALLAH SWT Dalamsidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amardi P Barus diminta penasehat hukum terdakwa untuk menghadirkan bukti berupa dua cek asli mengenai penarikan uang dari Bank Sumut Cabang Siantar ContohJudul Skripsi Jurusan Ekonomi. Penerapan Activity Based Costing System Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Pada Pt. X (Studi Kasus) Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) Dan Debt To Asset Ratio Terhadap Earning Per Share Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di (Index Saham Gabungan) Studi Kasus Pt. X Periode Tahun X - Y. digunakanuntuk menyampaikan berita-berita informasi umum terhadap para editor dan reporter. Meskipun alat dan teknologi konvensional tetap mendominasi praktik hubungan masyarakat, namun peralatan dan teknologi baru yang mendasari perkembangan terakhir dalam bisa video, audio, dan komunikasi komputer dengan cepat menggantikannya. Peristiwaterorisme lewat ledakan bom di suatu tempat merupakan tindak kriminal yang mengancam keselamatan dari seseorang. Pada umumnya peristiwa seperti itu, akan membawa dampak negatif bagi suatu bangsa atau negara khususnya ekonomi. Menurut Wibowo (2006) ada beberapa manfaat budaya organisasi, yaitu budaya organisasi membantu mengarahkan PengertianSIG secara luas adalah sistem manual dan atau komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan menghasilkan informasi yang mempunyai rujukan spa s ial atau geografis. Banyak para ahli mencoba mendefinisikan SIG secara lebih operasional, misal Burrough (1986) mengemukakan bahwa SIG adalah seperangkat alat (tools) yang bermanfaat untuk pengumpulkan, penyimpanan KomentarArtikel : Manfaat SIG dalam Dunia Perencanaan MATERI PEMBELAJARAN. Materi pembelajaran (instuctional materials) adalah bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. uQAT. Sistem Informasi Geografis Geographic Information System/GIS merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah; “Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber daya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, meng-integrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”Pada dasarnya GIS dapat dikerjakan secara manual, namun dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang terkait dengan teknologi sistem komputer, pada saat ini GIS akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer. GIS yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis yang tersedia merupakan data dalam jumlah dan ukuran besar, dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan. GIS mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada GIS merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi GIS dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan GIS dari sistem informasi Information System merupakan integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menangkap, mengatur, menganalisa, dan menampilkan semua bentuk geografi yang memberikan GIS kita bias melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan banyak cara seperti relationaship, simbol-simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau grafik. GIS membantu menyelesaikan permasalahan dengan mengacu pada data yang ada sehingga menjadi mudah dipahami dan dibagi satu sama lain. Teknologi GIS juga bisa di gabungkan dengan framework system infromasi enterprice. MANFAAT SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SIG DALAM KESEHATAN MASYARAKAT Salah seorang ahli dalam kesehatan masyarakat yang dianggap sebagai pelopor berkembangnya penggunaan Sistem Informasi Geografis SIG adalah John Snow yang telah melakukan pemetaan terhadap kasus Kolera di Soho, London pada tahun 1854 hingga akhirnya dapat menemukan sumber penularan penyakit Kolera pada saat itu. Dalam perkembangannya, dengan semakin berkembangnya masyarakat, maka pelayanan kesehatan masyarakatpun dihadapkan pada masalah yang berkaitan dengan heterogenitas populasi yang menyebabkan semakin kompleksnya penyakit berikut faktor-faktor penyebabnya. Sistem Informasi Geografis SIG dapat digunakan untuk menganalisa heterogenitas tersebut, terutama yang berhubungan dengan perbedaan geografis, faktor-faktor demografis, budaya dan sebagainya Harimurti, 2007. Hasil dari analisis dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis SIG menurut McLafferty 2003 dalam Harimurti 2007 akan sangat menunjang proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena dapat digunakan untuk menentukan jenis pelayanan kesehatan yang seperti apa yang dubutuhkan oleh masyarakat, dapat mengidentifikasi aksesabilitas tempat-tempat pelayanan kesehatan masyarakat dan bahkan mengetahui kecenderungan penyakit yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Sedangkan Kaiser et al 2003 dalam Harimurti 2007 menguraikan cakupan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis SIG dalam kesehatan masyarakat diantaranya adalah untuk menilai resiko dan ancaman kesehatan dalam masyarakat, mengetahui distribusi penyakit dan investigasi wabah, dapat digunakan untuk perencanaan dan implementasi program pelayanan kesehatan, serta sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk evaluasi dan pengawasan program. Sistem Informasi Geografis SIG pada saat ini telah banyak digunakan oleh tenaga atau ahli kesehatan masyarakat ataupun epidemiolog karena menurut Jasmin and Johnson 1999 dalam Kristina 2008 beberapa aplikasinya secara umum dalam bidang kesehatan dapat digunakan untuk menemukan penyebaran dan jenis-jenis penyakit secara geografis, meneliti perkembangan trend sementara suatu penyakit, mengidentifikasi kesenjangan, celah di daerah terpencil, mengurangi kerugian masyarakat melalui pemetaan dan stratifikasi faktor-faktor resiko, menggambarkan kebutuhan-kebutuhan dalam pelayanan kesehatan berdasarkan data dari masyarakat dan menilai alokasi sumber daya, meramalkan kejadian wabah, memantau perkembangan penyakit dari waktu ke waktu, dan dapat menempatkan fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Sistem Informasi Geografis SIG sangat memberikan manfaat dalam bidang kesehatan diantaranya adalah untuk mempelajari hubungan antara lokasi, lingkungan dan kejadian penyakit oleh karena kemampuannya dalam mengelola dan menganalisis serta menampilkan data spasial. SIG juga dapat menghasilkan analisa data epidemiologi dengan baik, menggambarkan trend kejadian suatu penyakit, menggambarkan ketergantungan dan saling keterkaitan antara berbagai faktor penyebab timbulnya penyakit pada suatu wilayah. Disamping itu, dengan SIG dapat dilakukan pemetaan terhadap sumber daya kesehatan masyarakat, penyakit-penyakit tertentu dan permasalahan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan, infrastruktur, demografi dan sosial. Nurhayati, 2005. Salah satu perkembangan Sistem Informasi Geografis SIG dalam kesehatan masyarakat yang menarik adalah Epidemiologi Spasial Spatial Epidemiology. Menurut Elliot dan Wartenberg 2004 dalam bukunya “Spatial Epidemiology Current Approaches and Future Challenges”, bahwa Spasial Epidemiologi adalah ilmu untuk mendeskripsikan dan menganalisis keragaman geografis pada penyakit dengan memperhatikan dimensi geografis, lingkungan, prilaku, sosial ekonomi, genetika dan faktor risiko penularan. Epidemiologi spasial ini menghasilkan pemetaan penyakit Diseases Mapping, studi korelasi geografis Geographical Correlation Studies, pengelompokan penyakit Diseases Kluster, dan survailans Surveillance. Menurut WHO, SIG Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara lain untuk 1. Menentukan Distribusi Geografis Penyakit. 2. Analisis trend Spasial dan Temporal 3. Pemetaan Populasis Berisiko 4. Stratifikasi Faktor risiko 5. Penilaian Distribusi Sumberdaya. 6. Perencanaan dan Penentuan Intervensi. 7. Monitoring Penyakit. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan SIG dalam bidang Kesehatan Masyarakat Fungsi pertama yaitu memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status kesehatan tertentu, misalnya status kehamilan. Dengan SIG, peta mengenai status kesehatan dapat digunakan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan ANC, persalinan, dll. Fungsi yang kedua yaitu mendiagnosa dan menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di masyarakat. Sebagai contoh, seorang epidemiologis sedang mengolah data tentang kasus asma yang diperoleh dari Rumah Sakit, Puskesmas, dan Pusat – Pusat Kesehatan lainnya di masyarakat, ternyata dia menemukan terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan di suatu Rumah Sakit, maka kemudian dia mencari tahu data dari pasien – pesien penderita asma di Rumah sakit. Ternyata ditemukan bahwa 8 dari 10 orang penderita asma yang dirawat di Rumah Sakit tersebut bekerhja di perusahaan yang sama. Demikian seterusnya hingga kemudian SIG dapat digunakan untuk memberikan data yang lengkap mengenai pola pajanan kimia tertentu di perusahaan – perusahaan dalam suatu wilayah, yang merupaka informasi yang penting utnuk para karyawan. Informasi ini juga dapat diteruskan kepada ahli – ahli terkait, dalam hal ini ahli K3 untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap masalah yang ditemukan. Fungsi yang ketiga yaitu menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat mengenai isu – isu kesehatan. SIG dalam hal ini dapat menyediakan informasi mengenai kelompok masyarakat yang diidentifikasi masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai informasi kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat dicari media komunikasi yang paling efektif bagi kelompok tersebut, serta dapat dibuat perencanaan mengenai waktu yang paling tepat untuk melakukan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat tersebut. Fungsi yang keempat yaitu membangun dan menggerakkan hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Dalam hal ini SIG dapat digunakan untuk melihat suatu pemecahan masalah kesehatan berdasarkan area tertentu dan kemudian memetakan kelompok masyarakat yang potensial dapat mendukung program tersebut berdasarkan area – area yang terdekat dengannya. Misalnya masalah imunisasi yang ada pada wilayah kerja tingkat RW atau Posyandu, maka dapat dipetakan kelompok potensial pendukungnya yaitu Ibu – Ibu PKK yang dapat diberdayakan sebagai kader pada Posyandu – Posyandu yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Fungsi yang kelima yaitu membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Contohnya dalam hal analisa wilayah cakupan Puskesmas. Dalam hal ini SIG digunakan untuk memetakan utillisasi dari tiap – tiap Puskesms oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk Puskesmas tersebut disesuaikan dengan tingkat utilitasnya. Fungsi yang keenam yaitu membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG dapat digunakan untuk membagi secara jelas kewenangan dan tanggung jawab suatu pusat pelayanan kesehatan pada tiap – tiap wilayah kerja dalam menjamin dan menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan demikian maka manajemen komplain dapat terkoordinir dengan baik. Fungsi yang ketujuh yaitu menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika belum tersedia. Misalnya seorang warga negara asing diidentifikasi menderita suatu penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan yang serius. Maka untuk mengatasinya, dengan melihat peta dan data akses pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dicari tenaga kesehatan terdekat yang dapat membantu orang tersebut, dan menguasai bahasa yang digunakannya. Dengan data SIG juga dapat diketahui bagaimana akses transportasi termudah yang dapat dilalui oleh warga negara asing tersebut menuju fasilitas kesehatan terdekat. Fungsi kedelapan yaitu menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG dapat menyediakan peta persebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di tiap – tiap daerah, sehingga dengan demikian dapat dilihat jika ada penumpukan atau bahkan kekurangan personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut dapat digunakan dalam hal perencanaan pengadaan tenaga – tenaga kesehatan untuk jangka waktu ke depan untuk masing – masing wilayah. Fungsi kesembilan yaitu mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Data SIG dapat menyediakan data yang lengkap mengenai potensi tiap – tiap daerah serta karakter demografis masyarakatnya untuk dihubungkan dengan fasilitas – fasilitas kesehatan yang tersedia dan tingkat utilitasnya. Dengan demikian dapat dievaluasi kembali kesesuaian dan kecukupan dari penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Fungsi kesepuluh yaitu penelitian untuk menciptakan penemuan baru dan inovasi dalam memecahkan masalah – masalah kesehatan di masyarakat. Salah satu kegunaan SIG dalam hal ini adalah untuk menyediakan data yang akurat mengenai perubahan – perubahan yang terjadi di suatu daerah seperti pertambahan jumlah perumahan, jalan, pabrik atau sarana - sarana lainnya yang berpengaruh pada lingkungan dan berpotensi mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Data ini kemudian dapat digunakan untuk merancang dan merencanakan inovasi – inovasi tertentu yang dapat menjamin kesehatan suatu masyarakat Ika Irmawati,2005. Sumber Prahasta, E. 2009. Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar Perspektif Geodesi & Geomatika. Informatika. Bandung. Ramadona, & Kusnanto, H. 2011. Open Source GIS Aplikasi Quantum GIS Untuk Sistem Informasi Lingkungan. BPFE. Yogyakarta Selamat datang di artikel kami kali ini yang akan membahas tentang Sistem Informasi Geografis atau yang lebih dikenal dengan istilah SIG. Dalam pembahasan ini, kami akan memberikan informasi yang lengkap dan jelas mengenai apa itu SIG, mengapa SIG penting, jenis-jenis SIG, cara kerja SIG, serta keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan SIG. Sistem Informasi GeografisMengapa SIG penting?Jenis-jenis SIGCara Kerja SIGKeuntungan SIGManfaat SIG1. Kesehatan2. Transportasi3. Lingkungan Hidup4. Pertanian dan Perkebunan5. Perusahaan Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis atau SIG adalah suatu sistem yang digunakan untuk memetakan atau menggambarkan objek yang berada di bumi dengan menggunakan data geospasial. Data geospasial sendiri merupakan data yang mengidentifikasi, menyimpan, memproses, dan mempresentasikan informasi tentang semua aspek dari lingkungan geografis. SIG biasanya digunakan dalam bidang ilmu geografi, geolog, hidrologi, meteorologi, pertanian, ketahanan pangan, transportasi, dan lingkungan hidup. Mengapa SIG penting? SIG sangat penting karena dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari. Berikut adalah beberapa alasan mengapa SIG penting Memudahkan pengambilan keputusan dalam berbagai bidang. Dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat untuk pengembangan dan pemanfaatan wilayah. Dapat membantu dalam mengurangi risiko bencana alam dan kerusakan lingkungan. Dapat membantu dalam mengoptimalkan penggunaan lahan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Jenis-jenis SIG Ada beberapa jenis SIG yang dapat digunakan, antara lain SIG Desktop, yaitu SIG yang dapat diakses melalui komputer atau laptop. SIG Web, yaitu SIG yang dapat diakses melalui platform web. SIG Mobile, yaitu SIG yang dapat diakses melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Cara Kerja SIG Cara kerja SIG melibatkan proses pengumpulan data geospasial, pengolahan data, analisis data, serta pemetaan data. Berikut adalah langkah-langkah cara kerja SIG Pengumpulan data geospasial, misalnya data penginderaan jauh, data GPS, atau data dari sensor. Pengolahan data, yaitu mengubah data mentah menjadi data yang dapat diproses lebih lanjut. Analisis data, yaitu proses menganalisis data agar memberi hasil informasi yang berguna dan aplikatif. Pemetaan data, yaitu proses pemrosesan data menjadi peta yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Keuntungan SIG Penggunaan SIG memberikan banyak keuntungan, antara lain Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengambilan keputusan. Memudahkan dalam melakukan analisis persebaran data. Memudahkan untuk mendapatkan data yang akurat dan terkini. Mengurangi kerugian akibat bencana alam dan kerusakan lingkungan. Manfaat SIG SIG juga memberikan banyak manfaat yang sangat berguna bagi berbagai bidang, antara lain 1. Kesehatan SIG dapat digunakan dalam penggunaan GIS kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memberikan aksesibilitas yang lebih baik dan menentukan lokasi perawatan dan fasilitas medis utama. SIG juga dapat digunakan dalam mengurangi penyebaran penyakit dengan mengevaluasi pola pemerataan penyakit di suatu wilayah. 2. Transportasi SIG dapat digunakan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan sistem transportasi. SIG dapat digunakan untuk memetakan jalan, stasiun kereta api, penerbangan, dan transportasi publik lainnya dan membantu dalam perencanaan dan pengembangannya. 3. Lingkungan Hidup SIG dapat digunakan untuk membuat peta lingkungan yang berisi informasi tentang flora, fauna, dan bencana alam. Peta ini dapat digunakan oleh pemerintah, peneliti, dan masyarakat untuk mengambil keputusan penting dalam kaitannya dengan lingkungan hidup. 4. Pertanian dan Perkebunan SIG dapat digunakan dalam perencanaan pengembangan pertanian dan perkebunan. SIG membantu dalam pengambilan keputusan tentang tanaman apa yang ditanam di suatu wilayah, memberikan informasi tentang kualitas tanah, cuaca, dan iklim. 5. Perusahaan SIG dapat membantu perusahaan dalam mengumpulkan dan menyimpan data geospasial untuk memantau penjualan di suatu wilayah atau memetakan pelanggan. SIG dapat membantu perusahaan dalam melacak pengiriman produk, mengembangkan peta lokasi, dan memetakan pesaing. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan SIG sangatlah penting dalam banyak bidang. Selain memberikan keuntungan dalam pengambilan keputusan, SIG juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempelajari lebih lanjut tentang SIG dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan kita semua. Sistem infomasi geografi dalam perkembangannya telah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada kurun waktu tertentu. Hal inilah menjadi penyebab SIG banyak untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang segi kehidupan dalam keseharian. Misalnya saja kegunaan SIG dalam tata guna lahan, telekomunikasi, transportasi, perencanaan pembangunan, sumber daya alam, dan pengawasan berbagai jenis bencana alam yang terjadi di planet bumi. SIG Sistem Infomasi Geografi Sistem Infomasi Geografi adalah kumpulan beberapa komponen-komponen SIG yang berkolaborasi menjadi satu untuk melakukan kajian secara spesifik dan mendalam, dari tahapan penyajian data penelitian yang telah direncanakan sebelumnya. Arti ini sejalan dengan keunggulan SIG yang bisa dilihat dalam berbagal bidang pemanfaatannya, sehingga menjadi pembeda dengan kegunaan penginderaan jauh Indraja yang dapat memperkuat hasil penelitian dalam cabang ilmu geografi. Manfaat SIG Adapun pemanfaatan sistem infomasi geografi secara umum, dapat diterapkan pada berbagai bidang berikut; Tata Guna Lahan Telekomunikasi dan Transportasi Perencanaan Pembangunan Pengelolaan SDM Pengawasan Bencana Alam Penjelasan dari pemanfaatan SIG dalam berbagai bidang tersebut, beserta dengan contohnya antara lain; Tata Guna Lahan Manfaat sistem infomasi geografi yang dapat dijalankan, khususnya untuk tata kelola dalam lahan, antara lain sebagai berikut; SIG dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk proses penentuan kesesuaian lahan melalui zoning sesuai karakteristik lahan SIG secara umum dapat bermanfaat untuk proses penentuan lokasi untuk pembangunan fasilitas-fasilitas umum agar penggunaannya berjalan efektif Manfaat SIG dapat menjadi penentuan atas arahan pengembangan kawasan, misalnya kawasan budi daya, konservasi, dan pertanian Keutumaan SIG dapat dijadikan sebagai landasan awal dalam informasi spasial untuk pembangunan ruang terbuka hijau RTH dan jalur hijau Telekomunikasi dan Transportasi Adapun kegunaan SIG yang menjadi simbul fasilitas telekominikasi serta transportasi, antara lain adalah sebagai berikut; Penentuan lokasi pembangunan Base Transceiver Station BTS pada jaringan seluler SIG dapat dijadikan sebagai lahan manajemen jaringan kabel dan pengguna layanan telekomunikasi SIG dapat dijadikan sebagai alat identifikasi untuk jaringan atau sambungan yang mengalami kerusakan SIG dapat dipergunakan untuk proses penentuan jaringan transportasi dan rekayasa lalu untas SIG dapat bermanfaat untuk penentuan tingkat aksesibilitas suatu wilayah Perencanaan Pembangunan Kebermanfaat dalam SIG, khususnya untuk perencanaan pembangunan dalam upaya mendorong terjadi pendapatan perekonomian masyarakat yang tinggi. Antara lain adalah sebagai berikut; SIG dapat dimanfaatkan untuk penentuan lokasi pembangunan kawasan permukiman, berbagai jenis industri, dan fasilitas umum SIG dalam perencanaan pembangunan sejatinya bisa dimaksimalkan untuk pariwisata misalnya dalam proses inventarisasi serta analisis potensi pariwisata untuk pengmbangan ekonomi masyarakat. Kasus ini misalnya saja khusus dalam hal ini dapat di contohkan sebagai NTB, yang dikenal dengan Wisata Halal dengan dinasti beberapa wilayah Pulau Lombok SIG dapat dimanfaatkan dalam pendataan dan pengembangan pusat pusat pertumbuhan dan pembangunan Pengelolaan Sumber Daya Alam Adapun manfaat lainnya, dalam proses pengelolaan SDA Sumber Daya Alam yang dikelola oleh manusia, baik Bahan Bakar, Minyak, Gas Bumi, dan lainnya. Antara lain sebagai berikut; Dipergunakan sebagai analisis dan pengembangan potensi daerah SIG dapat dimanfaatkan sebagai inventarisasi atas beragam sumber daya alam SIG dapat dipergunakan sebagai proses penentuan tingkat kekritisan lahan Penentuan kelas kemampuan lahan yang dijadikan sebagai upaya melihat potensi SDA nya Pengawasan Bencana Alam Selanjutnya, untuk manfaaat SIG dalam pengawasan bancana alam dapatlah dipergunakan untuk keperluan sebagai berikut; Pemantauan wilayah yang terkena dampak bencana di suatu wilayah/daerah, baik di Indonesia atupun di dunia. SIG dapat dihadikan sebagai proses penentuan tindakan preventif untuk mengurangi dampak bencana alam. SIG dipergunakan untuk menganalisis penentuan zona kawasan rawan bencana sesuai tingkat kerentanannya. SIG diperlukan untuk proses penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca bencana yang terjadi di dalam suatu daerah. Sosial Dalam bidang ilmu sosial, pemanfaatan SIG berguna dalam kajian-kajian sebagai berikut; SIG dalam ilmu sosial untuk menelaan adanya persebaran penduduk. Mengetahuai terkait dengan luas dan persebaran bidang pertanian Militer Kegunaan Sistem Informasi Geografis SIG di bidang militer yang bisa dilihat, antara lain; Perencanaan Logistik Dalam bidang militer ini SIG dapat membantu dalam perencanaan dan pengelolaan logistik militer yakni setidaknya dapat merencanakan rute pengiriman, memperhitungkan kendala topografi dan infrastruktur, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam distribusi pasokan dan pergerakan pasukan. Analisis Intelijen SIG dapat militer dalam bidang ini dipergunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis intelijen militer. Data geografis yang dikumpulkan dari berbagai sumber dapat memberikan wawasan tentang aktivitas musuh, jaringan teroris, dan kerentanan wilayah tertentu. Hal ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan intelijen dan taktik militer. Pemetaan dan Analisis Perencanaan Militer SIG memungkinkan militer untuk memetakan dan menganalisis data geografis terkait dengan misi dan operasi militer. Hal ini dapat meliputi pemetaan infrastruktur, topografi, sumber daya alam, dan lokasi pasukan musuh. Informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan strategi dan taktik militer dengan lebih efektif. Contoh Kebermanfaat SIG Adapun sebagai penjelas atas beragam contoh dari manfaat SIG ini misalnya saja; Provinsi Aceh, Indonesia Ketika di Provinsi Aceh terkena Bencana Tsunami pada Tahun 2004. Pada saat itulah digambarkan secara jelas dari proses tahapan bencana, dan dampak kerugian yang diakibatkan dari kebencanaan tersebut. Dalam hal inilah peranan SIG memberikan kotribusi nyata kepada masyarakat dan pemerintah, khususnya untuk upaya memberikan perlindungan serta memberikan rekonsialiasi atas dampak yang terjadi dalam bencana alam tsunami yang telah disebutkan. Dari serangkaian penjelasan tentang manfaat SIG diatas, secara umum tidak terlepas dari keunggulan yang diberikan. Salah satunya SIG bisa dengan mudah menganalisas data spasial dan nonspasial sehingga seolah mengefensinesi peranan peneliti untuk lebih mempergunakan SIG. Semoga melalui penjelasan tentang manfaat SIG dalam berbagai bidang kehidupan ini bisa memberikan wawasan dan mampu meningkatkan ilmu pengetahuan bagi segenap pembaca yang saat ini membutuhkan materi pelajaran tentang SIG.